Tampilkan postingan dengan label Manga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Agustus 2014

Review : Dangerous Share


Kayaknya udah lama banget dari terakhir kali aku nulis review, sebenarnya ada beberapa komik yang baru-baru ini kubaca, tapi nggak tau kenapa, aku nggak begitu berselera buat nulis reviewnya. Tapi setelah akhirnya dapat volume 2/tamat dari komik Elex Media Komputindo berjudul Dangerous Share, aku akhirnya nggak tahan buat nulis sesuatu di blog ini.

Dangerous Share adalah komik dua tembak, artinya dua volume langsung tamat, karya kolaborasi dua mangaka Fujiko Kosumi-sensei dan Ren Sumizome-sensei. Ceritanya sendiri bergenre drama, komedi, misteri dan sedikit bumbu romantis.

Sinopsis: Ringo Kotobuki, 15 tahun, reunian dengan teman-teman masa kecilnya yang sudah 8 tahun tidak ditemuinya, sejak ayahnya meninggal. Mereka adalah mantan murid ayah Ringo.
Shiran si bersuara lembut, Kujaku yang kuat, Masaki yang baik hati, dan si enerjik Gogyo. Ringo tinggal bersama mereka di sebuah vila bukan hanya untuk menghidupkan kembali persahabatan mereka.. tapi juga untuk mencari pembunuh ayahnya, yang diyakininya ada di antara teman-teman masa kecilnya itu!

Kalau nggak salah, aku beli volume pertamanya sekitar dua minggu sebelum volume kedua atau terakhir tamat. Beruntung juga, ya, jadi nggak perlu nunggu waktu lama.

Komik ini bercerita tentang Ringo yang merasa janggal dengan kematian ayahnya 8 tahun yang lalu. Ia selalu saja berpikir kalau ayahnya telah dibunuh oleh seseorang, dan orang itu ada di salah satu dari teman-teman masa kecilnya.

Kemudian, Ringo atas suatu alasan, tinggal dengan teman-teman masa kecilnya itu di vila milik mereka. Ada saat-saat ketika Ringo ingin meluapakan fakta yang janggal atas kematian ayahnya, karena ia tidak ingin mencurigai teman-temannya sendiri.

Menurutku, dari segi art, komik ini terbaik daripada art komik-komik lain yang pernah kubaca. Mungkin bagaimana cara mangaka menggambarkan para tokohnya dengan berbagai sudut pandang sangat bagus dan detail.

Karakter Ringo sangat manis.

Tapi entah kenapa, aku merasa akhir ceritanya agak terburu-buru. Tapi soal misteri pembunuhan ayah Ringo dan siapa pelaku sebenarnya, ternyata tebakanku salah, jadi kalau komik ini berhasil menipuku, berarti “misteri” di komik ini benar-benar “misteri” (*aku ini ngomong apa?).

Sabtu, 02 Agustus 2014

Review : Sentimental Android

Setelah dua minggu lebih nggak ada bacaan baru, akhirnya kemarin aku dapat kesempatan jalan-jalan ke toko buku Gramedia bareng keponakan dan adikku. Awalnya sih mau beli keperluan buat semester baru, tapi akhirnya tetep kecantol juga sama buku komik (akhirnya pulang bawa dua buku; salah satunya komik Top Notch volume ketiga).

Sekarang aku mau mengulas komik terbitan Elex Media Komputindo yang kudapat kemarin yang berjudul Sentimental Android karya Tamako Momo.


Sinopsis : Kyohei, teman masa kecil Kanami adalah satu-satunya orang yang mengerti dirinya. Setelah kehilangan Kyohei, pada suatu hari tiba-tiba muncul, Hajime, robot android yang berbentuk manusia untuk mengurus segala keperluan Kanami. Tapi, apa tujuan Hajime yang sesungguhnya?


Aku menemukan buku ini di rak new arrival, waktu mau ke kasir bayar barang-barang yang kubeli, trus pas liat cover dan sinopsisnya yang menarik, akhirnya kuputuskan buat beli buku ini juga.

Sentimental Android ini bercerita tentang Kanami yang sudah selama dua tahun hidup mandiri, sedangkan ibunya bekerja di luar negeri di bidang mesin robotika. Kanami sangat ceroboh dan nggak bisa melakukan satupun pekerjaan rumah dengan baik, satu-satunya orang yang kerap membantu Kanami adalah Kyohei Seto, sahabat Kanami sejak kecil.

Namun Kyouhei kemudian meninggal karena suatu penyakit, sehingga memaksa Kanami untuk benar-benar mandiri dan berhenti bergantung kepada Kyohei. Namun, ketidakberadaan Kyohei di samping Kanami membuat gadis itu seakan “berjalan di tempat”. Kanami yang mencintai Kyohei merasakan penyesalan yang dalam karena belum mengungkapkan perasaannya sekaligus memberikan kado natal yang ia janjikan  kepada Kyohei.

Suatu hari, seorang lelaki muncul di rumah Kanami. Dia adalah android bernama Hajime yang mengaku bahwa ia telah dikirim dari Swiss (tempat ibu Kanami bekerja) oleh ibu Kanami untuk mengajari Kanami supaya bisa hidup mandiri.

Setelah mengenal Hajime cukup lama, Kanami kemudian menyadari bahwa sosok Hajime terkadang mengingatkannya akan Kyohei.

Ini komik Elex pertama yang kubeli setelah beberapa tahun yang lalu (terakhir kali beli komik terbitan Elex sekitar tahun 2010). Dari segi cerita, sejujurnya aku suka banget dengan tema-tema semacam ini, apalagi belakangan aku suka banget dengan cerita-cerita tentang Android. Sekitar dua minggu yang lalu aku beli komik Absolute Love Program karya Kayoru, kemudian gara-gara itu aku jadi nyari-nyari komik bertema Sci-fi (yang ada android cowok-nya gitu), dan kemudian aku akhirnya menemukan buku ini. Jadi, nggak perlu pikir panjang, aku pun langsung membelinya.

“Aku berpura-pura menerima kenyataan bahwa dia sudah tidak ada.
‘Aku baik-baik saja, aku baik-baik saja.’
Beratus-ratus kali kuucapkan itu pada diriku.
Tapi tetap saja, rasa cinta itu meluap dari mana-mana”


“Saat kumemandang langit,
Aku merasa mirip seperti langit pada hari itu.
Hari saat kita mengucapkan selamat tinggal.
Hari saat berulang-ulang kuteriakkan aku cinta padamu di dalam hatiku.
Aku selalu mengingat itu.
Saat kumemandang langit, aku memicingkan mata dan mengatakan aku cinta padamu dengan sangat pelan.
Semoga kamu mendengarnya."



Dari segi cerita, grafik atau tokohnya, semuanya bagus. Apalagi karakter Kanami. Jarang banget ada karakter cewek seperti dia di komik-komik shoujo. Selain Sentimental Android yang menjadi cerita utama, ada juga dua cerita pendek yang ada di komik ini.

Sabtu, 19 Juli 2014

Review : Orange

Orange (Suwa, Azu, Takako, Kakeru, Naho, Hagita)



Aku pertama kali tahu judul ini dari salah satu situs baca (manga) online, pas waktu itu aku lagi nyari cerita dengan tag “Tragedy”, kebetulan judul ini menarik perhatianku apalagi dengan ratingnya yang cukup tinggi. Sayangnya dulu seri ini sempat hiatus sampai dua tahun, tapi belakangan dilanjut lagi kok.

Sejujurnya, pada awal membaca, aku nggak bisa mengharapkan cerita yang berkesan karena sinopsisnya lumayan terkesan biasa. Tapi, teryata Orange jauh melebihi harapanku, bahkan aku nggak nyangka kalau ceritanya bakal sebagus ini. Entah bagaimana, tapi sudah tiga kali aku menangis gara-gara membaca cerita ini, berulang-ulang. Mungkin karena tema utamanya yang mengangkat tentang persahabatan..?

Diam-diam aku jadi mengagumi Takano Ichigo-sensei yang sudah membuat cerita sebegini berkesan. Jarang-jarang aku nemu seri manga yang bisa bikin aku deg-deg-an pas baca.

Cerita Orange ini bermula dari seorang gadis bernama Naho yang di suatu pagi mendapatkan surat yang dikirim untuknya, dan si pengirim surat itu mengaku bahwa dirinya adalah Naho sepuluh tahun di masa depan. Naho memutuskan untuk membaca surat tersebut. Di dalam surat itu, tertulis tentang kedatangan seorang murid pindahan ke kelas Naho, seorang pemuda yang bernama Naruse Kakeru.

Dan benar saja, selanjutnya yang terjadi di sekolah adalah demikian. Semua kejadian yang tertulis di surat tersebut benar-benar terjadi.

Kemudian seiring berlalunya waktu, akhirnya Naho di masa depan menjelaskan alasan mengapa ia mengirim surat tersebut ke dirinya sendiri di masa lalu, saat ia, Kakeru dan keempat sahabatnya masih berstatus SMU.

Naho di masa depan menceritakan tentang penyesalahannya, juga bahwa ia tidak ingin Naho “SMU” merasakan penyesalan seperti yang dirasakannya. Naho yang menyukai Kakeru tidak pernah mau jujur mengungkapkan perasaannya, hingga semuanya menjadi terlambat.

Jujur saja, aku bener-bener nangis saat membaca manga ini. Aku sendiri nggak tau kenapa, karena biasanya aku tipe pembaca yang nggak terlalu bisa menghayati cerita-cerita sedih, kecuali beberapa penulis hebat yang sempat memukauku dengan tulisan mereka.

Faktor utama aku menyukai manga ini, mungkin karena ceritanya yang mengetengahkan persahabatan SMU. Aku sendiri sejujurnya nggak begitu akrab dengan kebanyakan teman SMU-ku sekarang, tapi dengan teman SMP, rasanya aku sama mereka udah nggak bisa dipisahkan. Jadi tiap membaca Orange, pasti keingat sama teman-teman semasa SMP-ku, dan itu mungkin juga yang bikin aku gampang nangis pas baca.

Bayangan kalau saat di masa depan nanti, aku kehilangan salah seorang teman yang berharga, aku sama sekali nggak bisa membayangkan itu. Dan ketika membaca Orange, aku malah terbayang, gimana kalau seandainya aku di posisi mereka yang kehilangan seorang teman yang sangat berharga.

Aku sendiri selalu bertanya-tanya, apa sih yang bikin Naho, Suwa, Hagita, Azu, sama Takako sampai semenyesal itu sampai-sampai berniat mengubah masa depan, supaya Kakeru “ada” bersama mereka? Aku juga bertanya-tanya, apa sih arti Kakeru buat mereka? (Tapi Kakeru emang tokoh yang gampang dicintai, kok, aku sendiri juga merasa begitu). Nah, gara-gara berpikiran begitu, aku jadi sering galau setelah baca ini.

Overall, aku bener-bener takjub sampai-sampai ketagihan terus buat membaca. Aku sih banyak berharap semoga seri ini suatu saat diadaptasi menjadi anime.


(*Amiin)

Senin, 14 Juli 2014

Rekomendasi Komik Yang Menarik

100 Days of Tears (Mizutani Ai – Nakamura Kou)

Sinopsis :
7 Juni
Hari itu, kehidupanku bersamanya dimulai
Walau hari yang penting itu berlalu biasa-biasa saja,
Kami berdua bahagia

Kukira hari-hari seperti itu akan terus berlanjut
Dan aku pikir itu sudah cukup
Namun terjadi peristiwa-peristiwa berikutnya yang membuat harapan kami cerai-berai

Another Door (Ueno Subaru)

Sinopsis :
Ada sebuah pintu aneh yang selalu muncul di mana saja. Namanya Another Door. Di balik pintu itu, ada dunia lain, tempat kita bisa melakukan dan mendapatkan apa saja yang kita inginkan. Benarkah pintu itu membawa kebahagiaan pada manusia? Mari kita coba masuk ke sana.

Chocolate Magic (Mizuho Rino)

Sinopsis :
Selamat datang di Chocolat Noir.
Aku menjual cokelat yang bisa memenuhi keinginan apapun.
Bisakah cokelatku melindungimu dari bahaya?

Fallen Snow For You (Koyomi Minamori)

Sinopsis :
Di tengah musim dingin, Toogo menyiapkan “impian” Suzu dan mengajaknya bertemu untuk menyatakan cinta. Tapi sebelum sempat mengungkapkan cintanya, Toogo mengalami kecelakaan terjatuh dari pohon.
Toogo tersadar 4 tahun kemudian. Lalu, masihkah Suzu setia menunggunya?

Fragments Of Love (GOTO Misaki)

Sinopsis :
Chika yang baru pindah dari Tokyo adalah cowok yang sangat populer. Nama dan penampilannya memang keren, tapi Komako tidak menyukainya karena dia terlihat begitu mencolok.
Saat mereka mulai akrab, Komako menyadari bahwa dia menyukai Chika.
Tapi, Chika malah mengatakan bahwa dia senang berteman dengan Komako karena Komako tidak tertarik padanya.

Fullmoon Wo Sagashite (Arina Tanemura)

Sinopsis :
Mitsuki Koyama berusia 12 tahun. Sementara hatinya tertuju pada Eichi yang ada di Amerika, ia bermimpi menjadi penyanyi seperti janjinya. Tapi, ia memiliki penyakit tenggorokan yang mengancam nyawanya.
Suatu hari, muncullah Dewa Kematian yang megubah dirinya menjadi sosok bertubuh sehat dan dewasa sehingga ia bisa memulai mengejar impiannya.

Kiss And Harmony (Takamiya Satoru)

Sinopsis :
Aku menyukai Yue dan juga piano.
Miyabi Kise terkenal sebagai putri musik, ia jago bermain piano.
Namun, karena masa lalu keluarganya, ia menjadi bisu dan tidak pernah lagi memainkan piano. Tapi semuanya berubah berkat Yue Nomura, seeorang cowok yang selalu menyemangati Miyabi untuk bermain piano lagi.

Labyrinth of Love (Akira Hagio)

Sinopsis :
Murid perempuan SMA, Remi, dan kakaknya, Detektif Keishi, beserta Sora yang layaknya saudara, tumbuh besar bersama. Remi suka pada Sora. Sora memiliki kemampuan unik yang bisa membaca ingatan dan kenangan dari barang atau orang yang disentuhnya.
Suatu hari, Keishi diminta menyelidiki tentang kasus anak perempuan yang hilang. Inilah cerita psycho suspense mendebarkan yang dibumbui cinta yang bagaikan labirin!

My Cheerful Boyfriend (Satori Tae)

Sinopsis :
Michiru adalah ketua OSIS yang pintar dan serba bisa. Ketika Rin, teman masa kecil Michiru, menyatakan cintanya, tanpa sengaja Michiru mengiyakan. Padahal, sifat Rin sangat bertolak belakang dengan Michiru. Rin adalah cowok yang santai dan ceria sedangkan Michiru selalu rajin dan serius. Bisakah keduanya menyatukan perbedaan mereka?

My Mysterious Neighbor (Nakajima Yuka)

Sinopsis :
Ketika orang tuanya pindah ke luar negeri, Nanami memutuskan untuk tidak ikut dan pindah ke apartemen dekat sekolahnya. Tetangga baru Nanami ternyata adalah cowok berpenampilan misterius bernama Niji. Walau pun awalnya merasa takut, Nanami kemudian tertarik pada Niji. Tapi sepertinya Niji menyimpan banyak rahasia dalam kehidupannya.

Namida Usagi (Minase Ai)

Sinopsis :
Pertukaran bangku adalah sebuah even besar.
Semua murid gugup memikirkan siapa yang akan duduk di sebelahnya. Pertukaran bangku pertama di kelas 3, Momoka duduk di sebelah Narumi, orang paling aneh di kelas atau yang duduk di sebelahnya, tidak akan punya pacar seumur hidup.
Uwaa! Momoka jadi takut pada si kacamata!
Tapi sejak mengetahui kebaikan dan ketulusan Narumi, Momoka pun terpikat.

Romantic Antique (Nakajima Yuka)

Sinopsis :
Emily adalah boneka antik yang merindukan cinta manusia. Dengan kekuasaan Dewa, Emily dianugerahi perasaan manusia. Untuk menjadi manusia seutuhnya, Emily harus menemukan belahan jiwa yang mencintainya sebelum semua bunga mawar di halaman rumahnya layu.
Jika tidak, Emily akan kembali menjadi boneka. Namun ketika Emily jatuh cinta pada Sora Kuon, anak laki-laki itu ternyata sama sekali tak punya perasaan, seperti boneka.

Sayonara Elevator (Maita Nao)

Sinopsis :
“Lift sekolah kita terhubung dengan dunia kematian. Kudengar lift itu turun dari lantai dua bawah tanah yang seharusnya tidak ada dan mengangkut roh!”
Gadis yang sulit bergaul dengan orang lain, Shino, dengan Kozue yang populer. Pertemuan kembali Miyako dengan teman sekelas yang sudah lama terpisah, Haruki. Yume dan Nanase, teman masa kecil yang saling menyukai namun tak bisa jujur mengatakannya. Ikuti tiga kisah yang mengharukan sekaligus penuh misteri.

The Song of Dream Sky (Yuana Kazuki)

Sinopsis :
Ciel, robot pembantu sudah lama hidup bersama kami. Sering sekali dia menghibur kami dengan nyanyiannya. Terutama sejak kami hidup di abad yang sangat berbeda dengan bumi dulu.
Hanya Ciel lah yang membuat kami bisa membayangkan wajah bumi yang indah.
Tapi, ada sesuatu..
Dia tidak pernah memperlihatkan keindahan langit di dalam nyanyiannya.

Top Notch (Yoko Maki – Aki Mochida)

Hanako Suzuki dan Tarou Suzuki adalah dua orang siswa SMA swasta elit. Karena penampilan dan prestasi mereka yang biasa saja, mereka sama sekali tidak menonjol. Tapi saat mereka menyaksikan murid yang mendapat nilai jelek ditindas oleh sekelompok murid pintar, mereka pun memutuskan untuk mengubah penampilan mereka dan sekaligus mengubah sistem penindasan yang kejam di sekolah itu.
  
Vallia’s Bridegroom (Akizuki Sorata)

Sinopsis :
Saat Gil, tunangan Vallia menghilang, Vallia ditunangkan dengan adik Gil yang bernama Lucel. Vallia tak bisa menerimanya begitu saja. Ia pun memutuskan untuk mencari Gil. Tapi Lucel yang tak bisa membiarkan Vallia pergi seorang diri, ikut mendampinginya mencari Gil.

Sabtu, 12 Juli 2014

Review : Teacher and 17 Years Old

Bulan Juni kemarin aku ulang tahun, dan kayaknya udah jadi tren di kalangan teman-temanku ngasih kado buku. Kayak seorang temanku sekolah yang ngasih aku komik berjudul Teacher and 17 Years Old. Thanks banget.

Jadi, aku mau mengulas komik Jepang berjudul Teacher and 17 Years Old (*Jepang: Sensei to 17-Sai) karya Mio Mamura. Ini komik kumpulan Oneshoot terbanyak yang pernah kupunya. Ada 5 cerita di dalamnya yang lumayan berkesan buatku. Di sini, aku bakal bahas satu-satu berikut sinopsisnya.

Cerita pertama berjudul Teacher and 17 Years Old, yang menjadi cover utama komik ini.

Sinopsis: Meski pun punya pacar, tapi sama sekali tidak pernah merasa berdebar-debar. Kyouka sama sekali tidak mengerti apa itu arti cinta. Kyouka yang selalu terlihat cool, ternyata dia menyembunyikan sesuatu, selama ini dia selalu merasa kesepian, namun hanya Kanno, guru wali kelasnya yang menyadari hal itu.
“Hanya di hadapan sensei, aku bisa bersikap layaknya gadis umur 17 tahun. Aku sayang pada sensei, benar-benar sayang.”

Ketika musim dingin tiba di usiaku yang ke 17 tahun, aku merasakan cinta terlarang yang mungkin terjadi sekali dalam seumur hidupku.

Aku bisa menebak, kalau temanku membelikan buku ini untukku kemarin itu gara-gara “17 Years Old” di judulnya, well, Juni kemarin itu sweet seventeen-ku. Aku sempat heran karena dia “berani” memilih cerita semacam ini, karena yang kutahu, dia tipe yang menyukai cerita remaja dengan lawan main yang sebaya.

Sebenarnya cerita semacam ini, cinta terlarang antara guru dan murid, sudah biasa. Dan, kayaknya di sini pun nggak berbeda sama cerita-cerita tentang guru dan murid yang lain. Tapi, setiap cerita kan punya ruang tersendiri. Jadi, meski sedikit, masih ada yang berbeda kok dibanding cerita lainnya.

You and Me From Now

Aku dan kamu (mulai) dari sekarang. Cerita ini semacam cerita tentang mantan yang kemudian balikan lagi. Di sini, cowoknya lebih muda dari si cewek, itu jadi keunikannya.

Liar Angel and Stubborn Girl

Ini cerita yang paling kusuka di komik ini. Bercerita tentang Marika, yang masih saja terpuruk karena kematian kakak lelakinya dua tahun yang lalu. Kemudian di hadapannya, muncul seorang cowok berambut pirang yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang malaikat, yang datang untuk menghibur Marika atas permintaan kakaknya.

Akhir ceritanya cukup romantis. Tapi, dalam dialog, banyak kalimat yang ambigu dan aneh. Tapi, ini merupakan cerita terbaik di komik ini. Mungkin karena ada sangkut-pautnya dengan cerita kakak-beradik? Aku sejujurnya suka dengan cerita semacam ini.

Let Me Love You Until The Last Second

Bercerita tentang sahabat, cewek dan cowok, yang sebenarnya sama-sama saling menyukai tapi terlalu naif buat mengungkapkan perasaan. Sementara si cewek egois untuk tidak menyatakan perasaannya dikarenakan penyakit yang dideritanya.

Aku agak nggak begitu suka dengan cerita ini, lantaran ceweknya terlalu egois sedangkan cowoknya terlalu lembek sama si cewek. Dua karakter yang bikin kita nggak berselera buat menyantap isi cerita.

Tale Of to be Continued Love

Bercerita tentang seorang cewek bernama Kohaku, yang suatu hari tanpa sengaja menabrak seorang cowok, yang ternyata bernama Hayate Komiyama, seorang penulis terkenal, dan merusak laptopnya. Karena merasa bersalah, Kohaku pun menawarkan ganti rugi, tapi Hayate malah mengajukan ajakan kencan.


Ini semacama angin segar. Ide cerita yang “berbeda” memiliki keunikan sendiri dibanding yang lain. Apalagi tokoh cowoknya adalah penulis. Aku suka dengan cowok yang menulis novel (bukan manga), tapi komik semacam ini kayaknya jarang ditemui, ya.

Kamis, 10 Juli 2014

Review : MORTE

Aku mau me-review sebuah komik buatan seniman manga Indonesia berjudul Morte karya EKYU. Ini kedua kalinya aku baca manga Kak (?) EKYU dan sejauh ini aku cukup terpikat dengan cerita yang disuguhkannya.


Sinopsis:

Di anak tangga pertama, ada setangkai mawar kering
Di anak tangga kedua, ada boneka beruang yang kehilangan kepalanya
Di anak tangga ketiga, ada ceceran darah
Di anak tangga keempat, ada tangan yang menggenggam sepucuk surat cinta
Teruslah naik sampai ke puncaknya,
maka kamu akan menemukan sesuatu yang menakutkan


Desain sampul dan sinopsis milik komik ini bener-bener keren. Nuansa hitam yang kelihatan misterius dan gotik cukup menarik siapa pun yang suka dengan cerita-cerita berbumbu misteri semacam ini.

Cerita bermula saat kakak-beradik Eris dan Oriel karena sebuah alasan terpaksa pindah ke kampung (atau desa? Pokoknya di buku di tulis begitu) ke rumah bibi dan paman mereka. Oriel sangat menyayangi kakaknya, Eris, sedangkan Eris memiliki rasa “benci” yang cukup mendalam kepada adiknya yang sangat cantik, Oriel.

Oriel dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Bahkan saat orang tua mereka hendak bercerai, mereka memperebutkan hak asuh Oriel tanpa memikirkan Eris sekali pun. Kebenaran yang mengatakan bahwa Eris adalah anak hasil hubungan gelap membuatnya sejak kecil hidup tanpa kasih sayang.

Keduanya pindah ke sekolah yang ada di desa itu. Pada hari pertama, seorang cewek, teman satu kelas Eris mengatakan tentang sebuah rumah berhantu di daerah itu.

Lalu Eris berkenalan dengan seorang cowok (jujur aja aku nggak tau dia cowok apa cewek) bernama Reed, yang punya pemikiran logis. Reed tidak percaya dengan hantu atau makhluk halus. Ia sendiri memiliki hipotesis tersendiri mengenai rumah berhantu yang terkenal di daerah itu.

Secara kesuluran, cerita ini mungkin sebenarnya berpusat pada “Rumah berhantu itu”. Sinopsis komik ini pun diambil dari puisi yang dibuat-oleh-entah-siapa tentang rumah itu.


Di anak tangga pertama, ada setangkai mawar kering
Di anak tangga kedua, ada boneka beruang yang kehilangan kepalanya
Di anak tangga ketiga ada ceceran darah
Di anak tangga keempat, ada sepotong tangan yang menggenggam surat cinta
Di anak tangga kelima, ada sebuah liontin foto
Di anak tangga keenam, ada sepasang sepatu mungil
Di anak tangga ketujuh, ada seorang anak perempuan yang tertidur
Di anak tangga kedelapan, ada seekor kucing yang menggigit ekornya
Di anak tangga kesembilan, ada anak laki-laki yang mencari teman bermain
Di anak tangga keberapa kamu akan berhenti?


Sejujurnya, ide cerita di komik ini lumayan seru kalau bisa diolah dengan baik. Sayangnya, aku sendiri nggak paham, kenapa ceritanya kayak berjalan di “jalan yang nggak seharusnya”. Sejenis bacaan yang sebenarnya sudah jelas di mana duduk perkaranya, tapi malah berputar-putar dulu sebelum sampai di bagian yang “sebenarnya”.


Kepompong,
Kepompong, di mana ulatmu?
Kalau sudah tidur, tidurlah
Tidurlah terus
Jangan terbangun,
Jangan terbangun lagi! (Oriel)


“Begitu memasuki gerbang, aroma kegilaan seperti lumpur hitam pekat menyerbu otakku.
Rumah ini sudah gila!
Aku mencium aroma kematian kami dari sana.”


Di anak tangga pertama, ada setangkai mawar merah kesukaan mama
Di anak tangga kedua, Julia meninggalkan boneka kesayangannya
Di anak tangga keempat, ada surat cinta mama yang terjatuh dari sakunya
Di anak tangga keenam, Julia menyimpan sepatu mungilnya di dekat kakinya
Di anak tangga ketujuh, Si pengantuk, Julia, tertidur
Di anak tangga kedelapan, Paraffin menggigit ekornya sendiri
Di anak tangga kesembilan, aku bermain bersama teman
Berhentilah sampai di sana!

Karena di atasnya, tempat papa berdiri!

Review : Romantic Antique

Kali ini, aku mau mengulas komik Jepang berjudul Romantic Antique karya Nakajima Yuka-sensei. Aku udah membacanya sekitar satu bulan yang lalu, tapi baru sempat bikin review-nya baru-baru ini. Alasannya selain karena hampir nggak memiliki waktu luang buat nulis, adalah there’s some problem with my EX-Blog yang bikin aku males nulis.
Jadi untuk “merayakan” jadinya Blog baru ini, akhirnya aku ada semangat buat menulis review ini.


Sinopsis: Emily adalah boneka antik yang merindukan cinta manusia. Dengan kekuasaan Dewa, Emily dianugerahi perasaan manusia. Untuk menjadi manusia seutuhnya, Emily harus menemukan belahan jiwa yang mencintainya sebelum semua bunga mawar di halaman rumahnya layu.
Jika tidak, Emily akan kembali menjadi boneka. Namun ketika Emily jatuh cinta pada Sora Kuon, anak laki-laki itu ternyata sama sekali tak punya perasaan seperti boneka.


Ini karya kedua Nakajima-sensei yang aku baca setelah komik-nya yang berjudul My Mysterious Neighbor (*Jepang: Tonari no Obake-san), yang diterbitkan di Indonesia tahun 2012.

Dari komik itu, aku sejujurnya udah jatuh cinta dengan gambar-gambar dan ilustrasi yang dibuat Nakajima-sensei di komiknya. Sebenarnya, itu benar-benar bagus, eh, nggak, emm.. luar biasa? Pokoknya aku suka. Jadi ketika mendengar kalau Gramedia mau nerbitin satu komik Nakajima Yuka-sensei lagi, terlepas dari ceritanya nanti bagus atau nggak, aku udah pasti bakal beli.

Dan ternyata, Romantic Antique bener-bener bagus! Aku sama sekali nggak merasa kecewa karena membelinya, sejujurnya aku bakal menjadikan komik ini salah satu “yang istimewa” di rak bukuku bersama dengan komik Nakajima-sensei yang sebelumnya, My Mysterious Neighbor.

Jadi ceritanya, ada “seorang” boneka cantik bernama Emily yang suatu hari didatangi oleh utusan Dewa dan diberi kesempatan untuk menjadi manusia. Tapi karena sihirnya belum sempurna, maka Emily harus mencari belahan jiwanya supaya ia bisa menjadi manusia seutuhnya. Sementara kesempatannya hanyalah sebanyak kuntum-kuntum bunga mawar di halaman rumahnya.

Lalu kemudian, Emily bertemu dengan Sora Kuon. Anak lelaki yang dingin, namun telah membuat Emily jatuh hati. Emily bahkan nekat berpura-pura menjadi murid baru di sekolah Sora (berkat sihir si Kupu-Kupu, utusan Dewa, Ribbon-chan) demi mengejar Sora. Hati Sora yang dingin tidak bisa membuat perasaan Emily runtuh, dengan bantuan kedua sahabat barunya (Shizuku dan You, si kembar kakak-beradik yang juga teman masa kecil Sora) Emily berjuang keras mengejar cinta Sora, sekaligus berusaha mengembalikan kehangatan di hati Sora. Sementara itu, waktu Emily kian menipis melihat banyaknya bunga mawar yang gugur setiap hari di halaman rumahnya.

Apa sih yang mambuatku suka banget dengan cerita ini?
Dari ide cerita, tentang boneka yang jadi manusia trus demi membuatnya menjadi “manusia seutuhnya” maka ia harus menemukan cinta sejati, ide ini udah banyak ditemui di mana-mana. Tapi, tetep aja, ada sesuatu yang istimewa di komik ini. Pokoknya sesuatu yang nggak bisa kukatakan dengan kata-kata, yang cuma bisa dirasakan kalau kita membaca bukunya.

Ilustrasi-ilustrasi gambar di komik ini bener-bener-bener bagus. Saking bagusnya, banyak adegan di komik ini yang kufoto (Tapi maaf, nggak bisa ku-upload di sini). Ilustrasi-ilustrasi inilah yang membuatku menyukai kebanyakan karya Nakajima Yuka-sensei. Gambarnya benar-benar manis, premisnya beragam sehingga kelihatan “berwarna”, meski rame tapi nggak kelihatan heboh.


Aku nggak menemukan link membaca komik ini di situs-situs online, makanya buat yang pengin baca, langsung beli aja. Dijamin nggak bakal kecewa, kok.

Senin, 07 Juli 2014

Review : Top Notch

Aku mau bahas komik Jepang yang udah ada 2 volume di Indonesia, judulnya Top Notch (*Jepang : Pika Ichi), karya kolaborasi dua mangaka bersaudara Yoko Maki sensei dan Aki Mochida-sensei.



Sinopsis : Hanako Suzuki dan Tarou Suzuki adalah dua orang siswa SMA swasta elit. Karena penampilan dan prestasi mereka yang biasa saja, mereka sama sekali tidak menonjol. Tapi saat mereka menyaksikan murid yang mendapat nilai jelek ditindas oleh sekelompok murid pintar, mereka pun memutuskan untuk mengubah penampilan mereka dan sekaligus mengubah sistem penindasan yang kejam di sekolah itu.



Sejujurnya, aku belum pernah membaca sama sekali sebuah komik dengan tema Bullying seperti ini, jadi bagiku, ini merupakan angin segar.

Jadi, di sini, cerita fokus pada Hanako Suzuki dan Tarou Suzuki yang merupakan murid Invisible di sebuah sekolah elit karena nilai dan penampilan mereka yang biasa-biasa saja. Eh, meski nama belakang mereka sama-sama “Suzuki”, mereka ini tidak memiliki hubungan apa pun, lho, bahkan di awal-awal cerita, mereka belum mengenal satu sama lain.

Nah, duo Suzuki ini juga sama-sama memakai kacamata. Sehingga sama dokter UKS mereka, Murase-sensei, mereka berdua dipanggil Kappa berkacatama dan Monyet berkacamata.

Hanako dan Tarou bersekolah di SMA AIDANE, sekolah elit bagi keluarga terpandang (Katanya begitu).



Selalu mementingkan orang lain.
Menghargai teman.
Jujur dan adil (Prinsip SMA Aidane)



Tapi siapa sangka, justru di balik “Elit”nya, SMA Aidane ternyata memiliki banyak kebusukan di dalamnya, salah satunya adalah Bullying yang dilakukan oleh siswa berperingkat terbaik kepada siswa dengan peringkat paling rendah di tes ujian.

Hanako dan Tarou, yang tanpa sengaja melihat pem-bullying-an tersebut, kontan marah dan “memberontak”.

Aku akan perbaiki sikap buruk kalian! (Hanako, Tarou)

Demi agar dilihat oleh orang lain, Hanako dan Tarou pun mengubah penampilan mereka secara total. Serius.. mereka bener-bener berpenampilan kayak preman begitu. Nah, melalui “perubahan” itulah, Hanako dan Tarou pun bertemu (dan berkenalan). Mereka berdua pun bertekad akan merubah sekolah Aidane dari dalam, tapi hal itu membuat mereka secara otomatis akan harus melawan otoriter dari murid-murid di kelas Khusus.

Komik ini, jujur aja, seru banget dan nggak bikin bosan. Desain karakternya juga bagus, dan dari segi cerita, aku tahu ini bakalan jadi lebih “greget” dari yang aku duga pada waktu membelinya. Ada komedinya juga, kok, jadi nggak melulu cerita ini bakal serius. Kayaknya ke depannya, bakal ada tambahan banyak tokoh yang mendukung duo Suzuki ini. Jadi, patut dilihat perkembangannya nanti.


Oh ya, volume 3-nya bakal terbit 16 Juli nanti. Kalo pengin baca online, mampir Ke sini.